Kesendirian
KESENDIRIAN
Pada siapa ku mengadu
Akan hatiku yang tak menentu
Diriku yang kian terpuruk
Oleh pahitnya perjalanan hidup
Malam yang menjadi waktu sekaligus saksi bisu
Perkelahian Antara pikiran dan hatiku
Yang enggan untuk bersatu
Hingga membuatku terus diambang pilu
Tubuhku yang lelah akan kehidupanku
Oleh kesibukan yang tak terbendung
Ku pulang ke gubuk sederhanaku
Dengan wajah yang penuh luka dan tampak lesu
Secangkir kopi yang ku seduh Selalu setia menemaniku
dikala dinginnya malam menembus tembok dalam kulitku
Memikirkan hal yang menjadi penyebab kesendirianku
Kini ku hanya bisa berharap
Datangnya sebuah keajaiban
Dari Tuhan ku yang kuasa
Merubah hidupku menjadi lebih berwarna.
Written by :
Diki Kurniawan, prodi komunikasi dan penyiaran Islam, semester 5.

Komentar
Posting Komentar