Cerita Hati Sang Buta
Cerita Hati Sang Buta
Di kamar yang gelap ini aku merenung (pemborosan)
Dalam ruang hanya deru napas terdengar (hening)
Gelap tanpa menyapa datang begitu saja
Meratapi nasip segelap mendung
Sudahlah, aku kalah
Aku lelah
Tak mampu lagi kubendung
Bintangpun nyatanya meredup
Bahkan sang pemeran utama di langit malam seperti enggan menampakkan dirinya.
Aku terduduk kaku
Buana adalah tempatnya luka sekaligus bahagia
Tak mampu kupendam
Bukankah kata orang habis gelap terbitlah terang?
Bukankah kata orang setelah badai akan ada pelangi?
Namun sayangnya,
Dunia seakan berpura-pura lupa
Bahwa aku adalah sang buta.
Tak pernah ada pelangi dinetra gelap yang pekat
Aku sang buta
Terengkuh dalam renjana luka
Aku berteriak serak
Namun, hanya suara tapak tak ada tangan yang mengindah untuk menetap
Aku berkarat
Aku...
Sekara
Written by: Olla, prodi komunikasi dan penyiaran Islam Semester 1

Komentar
Posting Komentar