Dendam Alam

 Dendam alam 


Jeritan menusuk hati
Terdengar sana-sini
Plastik berteriak meminta tolong
Tersangkut diantara bebatuan
Air yang mengalir tidak peduli
Lewat begitu saja tanpa permisi
Hingga ia sendiri terjebak tak bisa bergerak
Bebatuan hanya bergeming
Tak bisa bergerak melawan semak
Pohon berusaha bergerak mencari bantuan
Manusia yang melihat itu tak menggubris
Menatap sekilas lalu berbalik
Dibiarkannya dengan alasan klasik
Bertahun-tahun lamanya tak diperdulikan
Hingga tiba saatnya balaskan dendam
Alam seakan berkompromi 
Menyerang manusia tak punya nurani
Mereka hanya memberikan sedikit pelajaran 
Bahwa apa yang kita lakukan semuanya ada balasan
Manusia berlarian ke tempat aman 
Tak peduli bahwa ia punya kerabat 
Yang penting dirinya selamat.

Written by: safilla Amalia, prodi komunikasi dan penyiaran Islam, semester 1.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA