Kita yang sedang jauh
Kita yang sedang jauh
Percayalah. kamu yang selalu aku pandang dari kejauhan, kamu yang selalu aku rindukan, dan kamulah sosok orang yang selalu kunantikan.
Ingin rasanya mengatakan bahwa aku merindukanmu, tetapi jiwa yang lemah ini yang telah kamu gores terlalu dalam tak mampu untuk mengungkapkannya.
Melepas semua angan yang selalu aku bayangkan soal kita berdua. ingin rasanya hidup lebih tenang tanpa harus berharap lebih padamu
Jujur saat logika memaksaku untuk melepasmu yang bahkan kamu tak pernah peduli dengan perasaanku ketahuilah, hatiku masih senantiasa menunggumu entah sampai kapan bahwa aku mampu bertahan sampai titik di mana kita akan dipersatukan
Entah untuk sampai kapan
Kamu.
Written by: Herawati, prodi komunikasi dan penyiaran Islam, Semester 5.

Komentar
Posting Komentar