Langit dan hati
Langit dan hati
Langit dan Hati
Saat pagi hari yang sejuk, dijemput
siang yang mataharinya menusuk.
Dan saat siang yang terik, dijemput
suasana sore yang asik.
Dan setelah semua yg terjadi ditutup dengan pesona indah sang senja. Pesona langit kuning kemerah-merahan yang menemani hati untuk bersiap-siap menutup hari.
Menuju malam yang gelap nan sunyi, yang juga memanggil untuk beristirahat. Lalu bersiap untuk kembali menyambut hari esok yang seharusnya lebih baik dari hari ini. Atau paling tidak, sama indahnya dengan hari ini.
Bukan! Aku bukan ingin bercerita tentang langit dan pesona yang ia pancarkan di tiap harinya. Tapi aku ingin sedikit memberikan gambaran tentang keadaan hati yang juga berubah-ubah layaknya langit dan pesonanya.
Kadang hati ini bahagia seperti langit di pagi dan sore hari. Kadang ia juga membawaku kepada emosi yang kuat layaknya terik matahari disiang hari. Kadang ia juga merasa sedih, layaknya malam yang gelap nan sunyi.
Tapi tak lama setelah itu, semua perasaan tadi di tutup dengan damai setelah melihat pesona indah sang senja. Dengan ditemani secangkir kopi yang hitam legam tapi manis.
Itulah hati. Kadang ia tertawa bahagia, kadang ia marah tak tentu arah, Kadang juga sedih sampai ingin bunuh diri. Tapi tak apa. Nikmatilah semuanya, lepaskanlah, dan bersemestalah...
Written By: Muh. Faried, Prodi komunikasi dan penyiaran Islam, Semester 3.

Komentar
Posting Komentar