Rumah

 Rumah


Sejatinya, rumah tetaplah rumah

Tempat pulang untuk jiwa-jiwa yang lelah

Raga yang rapuh dan hampir mati

Pada kerinduan yang tertanam di bilik sunyi


Kemarilah, biar ku peluk

Usap dendammu yang dulu kau pupuk

Dalam suara-suara yang memekikkan nalar

Biarkan mereka hancur lebur dan terbakar 


Usang semua pintu dan jendela dalam usia 

Tersisa sepasang yang menanti jemputan keranda 

Dekaplah, sentuhlah, ciumlah

Sebelum arah menggelapkan langkah


Pegang dan lihatlah mata

Dua yang menjadi tempat berteduh dan berkeluh kesah

Langitkan setiap surga yang dipinta

Bekal tak tentu punya suara


Rumahmu mungkin akan hilang

Tenggelam dihabisi waktu yang selalu berulang

Merampas, merampok, menyakiti

Hingga hati pupus lalu mati


Tamatkan semua dengan ikhlas

Sesal tak pernah berarti indah

Gugurkan saja melati di setiap batas

Dan bawalah surga dalam rumah 

Written by: Alisyahbana, Prodi komunikasi dan penyiaran Islam, Semester 3.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA