Selamat Tinggal Calon Tentara

 Selamat Tinggal Calon Tentara.

Kembali aku menapakan kakiku , ditempat sendu yang pernah menjadi saksi bahwa kita pernah menjadi satu. Didanau indah yang tanahnya hampir semua tertutup rumput yang hijau, aku duduk sembari menghirup udara segar seraya kembali mengenang masa-masa saat kita masih bersama, semuanya masih sama dari suasana sampai pemandangannya masih sangat indah untuk dipandang, mungkin yang berbeda dulu kita datang berdua dan sekarang aku datang sendiri.

Aku sempat berpikir mengapa kisah kita sampai setragis ini, bukan, bukan tentang kisah cinta, melainkan tentang kisah persahabatan kita, Ya kisah persahabatan aku Arunika dan kau Aditnya . Dulu aku dan kau sering bermain disini, didanau ini mulai pergi dari pagi dan pulang hampir Maghrib, saat itu kita merasa hidup kita sangat indah, tanpa beban. Tapi itu semua berubah saat kita menginjak bangku SMA aku dan kau harus berpisah untuk waktu yang lama, alasannya ya seperti anak muda lainnya demi masa depan, Haha tapi buktinya semua itu hanya alasan semata, kau pasti tau kan kalau sahabat yang berpisah untuk masa depan pasti akan kembali berjumpa, tapi tidak dengan kita, kita berpisah untuk selamanya, kau memang pembohong yang handal, kau bilang kau akan kembali menemuiku tapi nyatanya kau pergi bukan hanya dari kota ini tapi dari dunia ini.

Kau tau saat kita berpisah aku merasa sangat sedih, karena tak kan ada lagi yang akan memanggilku gadis cengeng dan tak akan ada lagi bocah laki-laki yang akan ku panggil Anak nakal, tapi aku sedikit lega ketika kau berkata bahwa kau berjanji akan kembali lagi, jujur aku cukup tenang setelah kau berkata seperti itu karena aku berharap pasti kita akan bertemu lagi seperti janjimu, namun kesenangan itu tidak berlangsung lama, ketika aku naik kekelas 11 aku mendapatkan kabar bahwa kau sudah tiada, jujur rasanya aku tak percaya tapi setelah kabar itu dibenarkan oleh orang tuamu disitu rasanya duniaku hancur Dit, ternyata apa yang kau katakan sebelum pergi itu semuanya bohong.

" Aku cuma pergi sebentar"

" Itu tidak akan lama"

"Kau tau kan aku ingin jadi tentara, jadi setelah nanti aku sudah jadi tentara aku janji akan kembali lagi kesini untuk menemuimu"

" Kau harus percaya padaku, calon tentara sepertiku tidak akan berbohong".

Aku merasa seperti orang paling bodoh Dit, bisa-bisanya aku percaya pada kata-katamu dan menaruh harapan bahwa nanti semua kata-katamu itu akan kau tepati, tapi nyatanya itu semua hanya omong kosongkan, kau sudah pergi dan selamanya dan takkan pernah kembali.

Selepas kau pergi duniaku berubah Dit, aku menjadi anak pendiam dan pemurung. setiap hari pasti aku merasakan marah, kecewa, dan sedih menjadi satu. Hingga orang tuaku berinisiatif mengajakku pindah dari kota ini, agar aku tidak terlalu memikirkan kau dan kenangan kita disini. Beberapa tahun setelah pindah ternyata usaha orang tuaku berhasil aku mulai bisa berdamai dengan ini semua, sekarang aku mengerti bahwa ini bukan salahmu, tapi ini semua karena takdir, seperti katamu kan kita tidak akan pernah tau kapan rezeki, jodoh dan ajal akan datang, kita hanya bisa menerima saja.

Tenang Dit aku kembali kesini bukan untuk kembali ke masa keterpurukanku ataupun menyalahkanmu, tapi aku hanya ingin sekedar mengenang saja, sekarang aku sudah ikhlas atas kepergianmu. Selamat tinggal Calon tentara semoga kau tenang dialam sana Aditya Maheswara.

“Hhe cerita ini Cuma fiktif semata, ini real hasil pemikiran saya sendiri, sekian terima kasih”

Written by: Dian Acifah Dinda, prodi komunikasi dan penyiaran Islam, semester 1.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA