Takdir

 Takdir 


Haruskah aku menangisi takdir yang ku rasa membuatku merasa tersingkir..
Haruskah aku membenci takdir yang aku pun tak tau bagaimana luka ini akan berakhir.. 
Bukan aku mengeluh dan tak tau bersyukur..
Hanya saja kadang merasa iri dengan orang lain yang kulihat dalam perjalanannya tak pernah tersungkur..
Sakit jika harus terus berjalan dengan langkah kepura puraan..
Padahal disisi lain aku juga sudah muak dengan semua yang ku sandiwarakan.. 
Semoga luka ini hanya sekedar hadir sebagai penguji...
Bukan takdir yang berubah jadi benci.

Written by: Maryana sartang,, Prodi komunikasi dan penyiaran Islam, Semester 1.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA