Di perangi jarak

 Di perangi jarak 


Langkah sepasang kaki yang menjauh
Entah mengapa begitu mengusik hati kecilku
Sepasang mata yang menyorotkan keteduhan
Kini tak lagi menimbulkan gurat kebahagiaan 
Mungkin ini adalah salah satu ketakutan terbesarku 
Meratapi kehilangan dengan perasaan hampa
Berdiri sendiri bagai raga tak berjiwa

Mungkin kau tak akan pernah tau
Bagaimana rasanya untuk menghadapi kehilangan bertubi-tubi
Patah hati berkali-kali
Rasanya aku begitu bodoh jika berfikir
Kau akan menyelelamatkanku kali ini
Tapi nyatanya kau yang menghempaskanku 
Dari jarak yang paling tinggi

 Terimakasih telah pergi
Dan mengajarkanku apa arti Sendiri
Terima kasih telah membiarkan aku 
Kembali bersua dengan Sepi
Terimakasih pernah datang mempertemukan aku dengan bahagia yang sudah lama tak Pulang.

Written by; Sahel, Prodi komunikasi dan penyiaran Islam, Semester 1.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA