Hujan dan kebersamaan
Hujan dan kebersamaan
hujan ini mengingatkanku pada angan.
Pada kebersamaan pernah kita jalankan.
Setiap orang menarikan imajinasi yang disampaikan.
Melalui kertas putih tak diharapkan.
Langit terasa gelap mencekam.
Air berjatuhan tanpa memberi kesempatan.
Hawa dingin menusuk pori-pori badan.
Semangat tetap tak terbantahkan.
Ada yang tidur dengan kesakitan.
Ada yang merenung dengan kesendirian.
Ada yang ragu dalam penyampaian.
Ada pula cinta dalam kebersamaan.
Kasih ku tatap mata tajam.
Ada kerinduan terlalu dalam.
Seperti tanah gersang merindukan hujan.
Kasih bila hujan telah tiada.
Adakah kebersamaan kita tetap terjaga?
Setiap peristiwa melahirkan suka dan duka.
Dan menjadi penyebab guncangan jiwa.
Written by; Fikri Ibnu Fajri, Prodi komunikasi dan penyiaran Islam, Semester 1.

Komentar
Posting Komentar