Kehidupan Setelah Sma

 Kehidupan Setelah Sma 


Untuk orang-orang yang sedang mengemban ilmu di bangku kuliah. Sadarlah, banyak orang-orang yang tidak seberuntung kamu, jangan menyia-nyiakan kesempatan yang kamu dapatkan, jangan menyerah, tetap semangat, walau jurusan atau kampus yang kamu dapatkan tidak sesuai keinginan.
Dan jangan terus-terusan mengeluh atas tugas-tugas yang menumpuk berlebihan. Karena ingatlah, tugas-tugasmu itu tak sebanding, dengan kerja keras orang tua yang membesarkan kamu. 

Untuk orang-orang yang sedang merasakan letihnya bekerja. Berhentilah membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain. Karena manusia itu memandang dan dipandang. Ketika kamu melihat mereka, kamu merasa mereka adalah orang yang paling bahagia. Padahal ketika mereka melihat kamu, mereka merasa justru kamulah orang yang paling bahagia.
Tanpa kamu dan mereka ketahui, bahwa masing-masing sebenarnya punya kesedihan yang tak diperlihatkan .

Dan untuk orang-orang yang menunda kuliah atau sedang berjuang meraih cita-citanya. Pahamilah bahwa setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Mungkin belum waktunya kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan, tapi jangan menyalahkan keadaan. Ambil hikmahnya, setidaknya sekarang kamu jadi tau. Di saat terpuruk, siapa saja orang-orang yang setia menemanimu, siapa saja orang-orang yang terus mendukungmu, dan siapa saja orang-orang yang peduli padamu.

Teruslah melangkah, berusaha sekeras yang kamu bisa, perbaiki semua kekuranganmu, dan jangan dengarkan apa kata orang. Karena yang menjalani hidup adalah kamu. Yang merasakan sedih dan bahagiamu adalah kamu. Maka semuanya tergantung kamu, tergantung sudut pandangmu.

Bagaimana cara kamu menyikapi setiap cobaan apakah dengan bersedih berlarut-larut, atau malah bersyukur atas pelajaran yang kamu dapatkan, dan berusaha bangkit dari keterpurukan. Dan berdoalah, minta kepadanya supaya kamu cepat bertemu dengan waktu.

Waktu yang tepat, disaat impianmu terwujud. Waktu yang indah, disaat kebahagiaan menyertaimu. Dan waktu yang sempurna, di saat ayah dan ibumu berkata “kami bangga padamu”

Written by: Syahid, prodi komunikasi dan penyiaran Islam, Semester 3.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA