Damai dalam Kerapuhan
Damai dalam Kerapuhan
Nuansa biru langit bak canvas dengan tumpahan cat putih
yang menggambarkan awan,
Burung-burung berterbang riang kesana kemari.
Kelam kembali melahirkan senja, tak kenal tua, tak kenal
waktu,
Memang siapa yang akan memburu dan mengusik selain
rapuhnya sendiri?
Bahkan, rapuhnya pun tak mampu menciptakan
ketakutan,
Kedamaian kian menjadi selimut yang teramat nyaman.
Berandai-andai hal itu hanya keraguan yang tak terlihat
dasarnya.
Dan malam pun hadir bagai penyair tanpa kata,
Menghamparkan gelap tanpa cela.
Bintang-bintang berserakan tak pernah ragu untuk
bersinar,
Mereka tahu, keindahan ada dalam keberanian.
Waktu berbisik pelan, ia bukan musuh,
Melainkan saksi dari setiap jiwa yang terus berlabuh.
Di antara gelap dan terang, kita hanyalah bayang,
Berjalan di antara harapan dan kenangan yang
menghilang.
Memaksakan jiwa yang harus tetap berani menghadapi
gelap demi menemukan keindahan yang selalu diimpikan.
Menerima kerapuhan tidaklah buruk, bukan?
Written by: Widad Miftahul Jannah
Nim: 244100004
Komentar
Posting Komentar