Jejak yang Terhapus

Jejak yang Terhapus


Matahari mulai tenggelam di ufuk barat, meninggalkan semburat jingga yang memantul di permukaan sungai di bawah jembatan tua itu. Di sanalah seorang pemuda terbangun di tepi jalan dengan luka kecil di dahinya, tubuhnya lemah, dan pikirannya kosong. Ia tak tahu siapa dirinya, tak ingat apa pun. Di sakunya hanya ada dompet berisi kartu identitas dengan nama "Arkan".

Arkan dibawa ke rumah sakit oleh seorang pengendara motor yang melintas. Selama berhari-hari ia berusaha mengingat apa pun, tetapi sia-sia. Dokter mengatakan ia mengalami amnesia akibat kecelakaan. Tak ada yang mengunjungi atau mencari dirinya. Rasanya seperti hidup tanpa masa lalu.

Di rumah sakit, Arkan bertemu Laila, seorang perawat yang sering menemani dan berbicara dengannya. Laila adalah sosok yang ceria, penuh perhatian, dan selalu membawa aura ketenangan. Setiap malam, Laila bercerita tentang keindahan hidup, berusaha menguatkan Arkan yang merasa kehilangan arah.

Hari demi hari, Arkan merasa nyaman bersama Laila. Meski ingatannya tak kunjung kembali, ia mulai membangun perasaan baru. Ia belajar menerima keadaan dan menjalani kehidupan tanpa beban masa lalu.

Namun, semua berubah ketika seorang wanita bernama Nayla datang ke rumah sakit. Wajahnya memancarkan kerinduan yang dalam. Saat melihat Arkan, air matanya tak terbendung.

“Arkan... akhirnya aku menemukanmu,” ucap Nayla dengan suara bergetar.

Arkan memandangnya kebingungan. “Siapa kamu?"

“Aku Nayla. Kita pernah bersama … dulu. Kau mengalami kecelakaan di jembatan saat akan menemuiku, ” jelas Nayla, suaranya dipenuhi kesedihan.

Nayla adalah kekasih Arkan sebelum kecelakaan itu. Mereka saling mencintai, bahkan sudah merencanakan masa depan bersama. Namun,

kecelakaan menghapus semua itu. Nayla mencoba meyakinkan Arkan tentang hubungan mereka, menunjukkan foto-foto lama, kenangan bersama, dan kisah cinta mereka. Tapi bagi Arkan, semua itu hanya cerita asing dari kehidupan yang tak lagi terasa miliknya.

“Maaf, Nayla,” kata Arkan akhirnya. “Aku tak bisa mengingatmu, dan aku tak tahu bagaimana

menjalani hidup dengan bayangan masa lalu yang tak kuingat. Aku ingin melangkah maju.”

Nayla terdiam, hatinya hancur, tetapi ia tahu cinta tak bisa dipaksakan. Dengan berat hati, ia meninggalkan Arkan.

Arkan pun memutuskan untuk memulai hidup baru bersama Laila. Laila adalah masa kini yang nyata, bukan bayangan masa lalu yang samar.

Bersamanya, Arkan merasa menemukan tempat untuk kembali.

Namun, suatu hari saat Arkan berjalan di tepi sungai, ia melihat bunga mawar putih terapung di air. Gambaran samar muncul dalam pikirannya: seorang perempuan memberinya mawar putih di tepi sungai. Arkan tersentak. Itu adalah kenangan bersama Nayla.

Hati Arkan bergetar. Meski ia telah memilih Laila, ada jejak masa lalu yang tak bisa sepenuhnya ia hapus. Kini, ia hanya bisa berdoa agar masa depan yang ia jalani tetap menjadi awal baru yang membawa kebahagiaan.


Written by : Firman

Nim: 244100025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA