Nilai Sebuah Kejujuran

Nilai Sebuah kejujuran

---


Suatu hari, seorang remaja berjalan menuju kantin sekolah ditemani oleh dua orang temannya yang bernama Jojo dan Natan. Di tengah perjalanan, remaja tersebut menemukan uang pecahan 5 ribu rupiah di jalan dan segera memberitahukan teman-temannya.


"Eh, itu ada uang yang jatuh," kata remaja tersebut.


"Mana? Uang pecahan berapa yang jatuh?" tanya Jojo dan Natan.


"Ini nih, uang pecahan 5 ribu," jawab remaja itu.


"Ambil saja uangnya, lumayan buat tambah-tambah beli makan," kata dua temannya.


Remaja tersebut merasa bingung dan bimbang. Di satu sisi, ia merasa senang menemukan uang, tetapi di sisi lain, ia merasa takut karena uang tersebut bukan miliknya. Setelah berpikir lama, ia memutuskan untuk mengembalikan uang tersebut.


"Mending uang ini dikembalikan saja kepada yang punya. Siapa tahu dia lebih membutuhkan," kata remaja itu.


"Ya, sudah. Ayo cari yang punya uang ini. Mungkin orangnya belum jauh dari sini atau lagi mencari uangnya di sekitar sini," ucap dua temannya.


Ketika berjalan mencari pemilik uang, mereka mendengar seseorang yang sedang kebingungan mencari sesuatu.


"Eh, lagi ngapain, bro?" tanya remaja itu.


"Ini, lagi cari uang. Kayaknya jatuh karena kantong celanaku berlubang," jawab orang itu.


"Oh, lagi cari uang. Kalau boleh tahu, uangnya pecahan berapa?" tanya remaja itu.


"Uang pecahan 5 ribu," jawab si pemilik uang.


"Oh, ini berarti uangnya. Tadi jatuh dekat kelas 11," kata remaja itu.


"Alhamdulillah, terima kasih ya, bro," ucap pemilik uang.


"Iya, sama-sama," jawab remaja itu.


Setelah mengembalikan uang tersebut, remaja dan dua temannya pergi ke kantin untuk makan. Singkat cerita, setelah selesai makan, mereka menuju kelas. Ketika berjalan menuju kelas, mereka mendengar suara adzan.


"Eh, itu sudah adzan. Sekalian saja langsung ke masjid," kata teman remaja itu.


"Ayo, ke masjid saja dulu. Setelah ke masjid, baru kita ke kelas," ucap remaja tersebut.


Singkat cerita, mereka tiba di masjid. Dua temannya pergi ke toilet, sementara remaja tersebut sendirian di tempat wudhu. Tiba-tiba, seorang anak memanggilnya.


"Kak, ke sini sebentar. Ada yang manggil," kata anak itu.


Remaja tersebut mengikuti anak itu dan menemukan seorang ibu bercadar yang ternyata adalah ibu dari anak tersebut. Ibu itu memberikan uang kepada remaja tersebut, lalu pergi bersama anaknya dengan cepat. Remaja tersebut bingung, tetapi ia kembali ke tempat wudhu masjid.


---


Cerpen ini mengisahkan tentang kebaikan hati seorang remaja yang memilih untuk mengembalikan uang yang ditemukannya, serta balasan tak terduga yang ia terima. Semoga cerpen ini bisa memberikan inspirasi kebaikan dan kejujuran dalam kehidupan kita sehari-hari.


Written by: MOH ILHAM

Nim: 244100027

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA