Aliansi Mahasiswa Kota Palu Gelar Aksi Tolak RUU TNI

 




Palu - Aliansi Mahasiswa Kota Palu gelar aksi penolakan Rancangan Undang-undang tentang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) di gedung DPRD Sulteng pada Kamis (20/03/2025).

Aksi ini dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dengan tuntutan utama yaitu Penolakan RUU TNI yang telah dibahas secara tertutup oleh DPR-RI dan dinilai tidak tepat dan dapat merugikan banyak pihak. Selain itu, para Mahasiswa juga menyoroti beberapa isu turunan seperti Evaluasi Instruksi Presiden (Inpres) No.1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran khususnya dalam bidang pendidikan dan memberantas tambang ilegal yang ada di Sulawesi Tengah. 

Rahman Musa, selaku Presiden Mahasiswa UIN Datokarama Palu mengungkapkan kekhawatiran mahasiswa setelah disahkannya RUU TNI tersebut. 

"Kekhawatiran terbesar kami ketika RUU ini disahkan atau sekarang sudah diparipurnakan, kemudian mungkin ada potensi besar kedepan lebih diperluas lagi jangkauan TNI. Yang kita takuti, apabila misal dilakukan revisi berkali-kali kemudian diperluas jangkauan TNI diskusi-diskusi di kampus akan dibubarkan, aksi-aksi mahasiswa akan dibubarkan, mahasiswa-mahasiswa akan diculik dan ditangkap seperti yang terjadi di masa Orde baru," ungkapnya. 

Ia juga berharap dengan adanya demontrasi tersebut Undang-undang TNI ini akan dicabut dan pergerakan mahasiswa dapat dimasifkan dari kelompok-kelompok yang kecil serta meningkatnya kepedulian mahasiswa terkait isu tersebut yang dapat merugikan mahasiswa itu sendiri.

Koordinator Lapangan (Korlap) mengatakan bahwa aksi yang dilakukan belum menuai titik terang dari DPRD Sulteng. 

"Aksi hari ini belum menuai titik terang dari anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah karena tadi siang baru saja disahkan Undang-undang TNI. Namun, hari ini kita tetap melakukan aksi dari Aliansi Rakyat Sulteng Menggugat bahwasanya tidak ada dari hasil keputusan aksi ini, kita akan tetap stay di kantor DPRD Sulteng selagi undang-undang itu belum dicabut dari DPR-RI. Mungkin itu adalah hal yang ketidakmungkinan bagi kita, tapi apa salahnya kita mencoba bahwasanya gejolak ini sengaja kita buat untuk mengajak lagi masa aksi untuk terlibat pada aksi hari ini," ujarnya.


Penulis : Alfa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA