Seperti Hal yang Wajar, Pelecehan Seksual Secara Verbal Semakin Tidak Asing
OPINI
Pelecehan seksual adalah musibah yang sangat melanggar norma dan dianggap sebagai tindak kriminal yang tidak dapat dimaafkan. Pelecehan seksual bisa menimpa siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki, muda atau tua; tidak ada yang tahu siapa yang akan menjadi korban.
Selain pelecehan seksual secara fisik yang kerap terjadi, pelecehan seksual secara verbal juga telah menjadi hal yang biasa belakangan ini. Kurangnya pemahaman dan luasnya teknologi menjadikan pelecehan seksual secara verbal semakin merajalela di dunia, bahkan bisa dikatakan sebagai makanan sehari-hari bagi kita. Semakin ke sini, banyak orang yang secara tidak langsung melakukan pelecehan seksual melalui perkataan dan menjadikan tubuh orang lain sebagai objek yang berkedok lelucon. Bahkan, ada yang secara langsung mengatakan hal yang tidak senonoh dan bertujuan untuk melecehkan.
Banyaknya wadah untuk berkomentar dan berpendapat melalui media sosial atau dunia maya membuat pelecehan seksual secara verbal semakin tidak terkontrol. Sekarang, banyak penjahat seksual yang mencari mangsanya di media sosial tanpa rasa takut karena perkataan atau ketikan menurut mereka tidak bisa membawa mereka ke jeruji besi. Ketika diminta pertanggungjawaban, korban yang terlebih dahulu memancing mereka katanya.
Bukan hanya itu, pelecehan seksual secara verbal juga sering terjadi di lingkungan kita, contohnya memanggil orang dengan sebutan yang tidak pantas seperti "Tobrut" dan istilah-istilah yang merujuk pada tubuh sensitif seseorang yang tanpa sadar dijadikan hal yang wajar.
Pelecehan seksual secara verbal bisa bersumber dari mana saja, di dunia kerja, pendidikan bahkan keluarga kita sendiri. Tentu ada banyak hal yang harus kita lakukan agar hal itu tidak terus-menerus terjadi, salah satunya tidak menormalisasi kata-kata tidak senonoh mengenai hal intim atau tidak diam saja ketika kita mendapatkan pelecehan seksual melalui kata-kata.
Bagaimanapun, kekerasan seksual tidak bisa kita biarkan begitu saja, apalagi menjadikannya hal yang wajar. Keamanan dan canggihnya teknologi seharusnya bisa membantu agar hal tersebut tidak terjadi, tapi rupanya kesadaran dari kita sendiri juga sangat penting, apalagi kalau didukung oleh pihak yang berwajib. Sayangnya, masih banyak yang menganggap bahwa pelecehan seksual secara verbal bukanlah hal yang serius dan tidak adanya perlindungan yang intens terhadap hal tersebut. Padahal, pelecehan seksual adalah hal yang bisa membuat korbannya bermimpi buruk setiap saat.
Pada akhirnya, kita hanya bisa berharap agar musibah itu tidak terjadi pada diri kita atau seseorang yang kita kenali.
Penulis : Gina Syah Hehanussa

Perbanyak tulisan nya min, kereeeen.
BalasHapus