Masalalu adalah Mimpi Buruk



PUISI
Kenangan itu tak pernah mengetuk pintu,
ia masuk diam-diam,
menyelinap lewat celah waktu
saat aku berpura-pura baik-baik saja.

Ia bukan potongan film indah masa silam,
melainkan adegan yang kuhindari,
yang kusembunyikan di balik senyum palsu
dan tawa yang terasa asing dibibir sendiri.

Setiap suara yang mirip dengan masa lalu
adalah peluru tak bernama yang menghantam dadaku.
Setiap tempat yang pernah kujejaki dahulu,
kini berubah jadi ladang ranjau bagi pikiranku.

Aku ingin melupakan,
tapi ingatan terlalu lihai mengukir luka.
Aku ingin sembuh,
tapi tubuhku memeluk trauma seerat harapan yang tak jadi nyata.

Orang bilang, "sudah, itu cuma masa lalu",
mereka tak tahu betapa kenangan itu hidup—
ia bernapas, ia berbisik,
ia menjerat dalam malam-malam yang panjang dan pengap.

Ketika lampu dipadamkan dan dunia jadi hening,
pikiran jadi panggung siksaan yang tak kunjung selesai.
Keringat dingin, jantung tak beraturan,
dan dada yang seolah tak mampu memuat satu tarikan napas pun lagi.

Apakah aku lemah?
Atau terlalu peka pada luka?
Mereka tak paham bahwa ini bukan soal keinginan,
tapi perang batin yang tak bisa dipadamkan dengan kata “lupakan.”

Setiap kenangan buruk adalah pintu,
yang selalu terbuka ke lorong gelap
bernama kecemasan—
tempat semua suara masa lalu
bergaung lebih keras daripada logika.

Namun, aku masih di sini.
Berjalan dengan langkah gemetar,
tapi tidak menyerah.
Karena dalam tiap malam yang kelam,
ada aku yang mencoba menyalakan cahaya,
meski hanya setitik,

meski hanya cukup untuk melihat
bahwa aku masih hidup,
masih bernapas,
masih punya harapan
untuk sembuh.



 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA