Pesan Ku Tak Perlu Banyak Teriakan



 


PUISI
Aku tahu,
suara ini tak selalu lantang,
tak selalu didengar di awal,
tak selalu jadi pusat perhatian.

Tapi dari ruang-ruang kecil yang sunyi,
aku belajar bahwa makna
tak butuh panggung,
cukup keikhlasan dalam menyampaikan.

Aku anak komunikasi,
bukan sekadar bicara,
tapi menyusun pesan yang bernyawa.

Aku penyiar kata,
bukan penggugur waktu,
tapi pembawa cahaya
meski dalam gelap yang pekat.

Di balik setiap huruf yang kutulis,
ada niat untuk menyentuh,
bukan hanya terdengar,
tapi tinggal di dada yang membaca.

Bukan karena aku hebat berbicara,
tapi karena aku percaya
pesan kebaikan tak butuh volume tinggi,
ia hanya butuh arah yang pasti.

Jadi, biarlah suaraku kecil,
tapi izinkan pesanku tumbuh besar,
masuk ke ruang-ruang hati
yang mungkin lelah, tapi masih ingin mendengar.

Dan jika kata-kataku
hanya sampai ke satu jiwa,
maka tugas komunikasiku
sudah lebih dari cukup.

Sebab di dunia yang bising,
ketulusan adalah frekuensi yang paling jernih.
Dan di antara konten yang lalu lalang,
aku memilih jadi pesan yang menetap.

Aku tak selalu muncul di trending,
tak selalu viral,
tapi aku yakin'
kebaikan yang pelan
sering kali lebih tahan.

Aku anak KPI,
bukan hanya kuliah soal teori,
tapi belajar mengubah kata
jadi jembatan hati,
jadi siar yang berarti,
jadi dakwah yang tak memaksa
hanya mengajak dengan rasa.

Setiap tugas yang kubuat,
bukan sekadar nilai,
tapi latihan menjahit pesan
dengan benang tanggung jawab.

Setiap siaran,
bukan sekadar suara,
tapi latihan menyapa tanpa harus terlihat.

Setiap catatan kelas,
bukan hanya teks di kertas,
tapi jejak kecil menuju panggilan besar,
menjadi penyampai yang amanah.

Aku percaya,
komunikasi bukan hanya soal berkata,
tapi soal mendengar,
soal memahami,
dan soal menyampaikan yang benar,
di saat yang tepat.

Aku tak ingin sekadar dikenal,
tapi dimaknai.
Tak ingin hanya viral,
tapi benar-benar sampai.

Karena dalam sunyi pun,
suara kebaikan tetap bisa bergema.Pesan ku tak perlu banyak teriakan

Puisi : Suriyani 

Aku tahu,
suara ini tak selalu lantang,
tak selalu didengar di awal,
tak selalu jadi pusat perhatian.

Tapi dari ruang-ruang kecil yang sunyi,
aku belajar bahwa makna
tak butuh panggung,
cukup keikhlasan dalam menyampaikan.

Aku anak komunikasi,
bukan sekadar bicara,
tapi menyusun pesan yang bernyawa.

Aku penyiar kata,
bukan penggugur waktu,
tapi pembawa cahaya
meski dalam gelap yang pekat.

Di balik setiap huruf yang kutulis,
ada niat untuk menyentuh,
bukan hanya terdengar,
tapi tinggal di dada yang membaca.

Bukan karena aku hebat berbicara,
tapi karena aku percaya
pesan kebaikan tak butuh volume tinggi,
ia hanya butuh arah yang pasti.

Jadi, biarlah suaraku kecil,
tapi izinkan pesanku tumbuh besar,
masuk ke ruang-ruang hati
yang mungkin lelah, tapi masih ingin mendengar.

Dan jika kata-kataku
hanya sampai ke satu jiwa,
maka tugas komunikasiku
sudah lebih dari cukup.

Sebab di dunia yang bising,
ketulusan adalah frekuensi yang paling jernih.
Dan di antara konten yang lalu lalang,
aku memilih jadi pesan yang menetap.

Aku tak selalu muncul di trending,
tak selalu viral,
tapi aku yakin'
kebaikan yang pelan
sering kali lebih tahan.

Aku anak KPI,
bukan hanya kuliah soal teori,
tapi belajar mengubah kata
jadi jembatan hati,
jadi siar yang berarti,
jadi dakwah yang tak memaksa
hanya mengajak dengan rasa.

Setiap tugas yang kubuat,
bukan sekadar nilai,
tapi latihan menjahit pesan
dengan benang tanggung jawab.

Setiap siaran,
bukan sekadar suara,
tapi latihan menyapa tanpa harus terlihat.

Setiap catatan kelas,
bukan hanya teks di kertas,
tapi jejak kecil menuju panggilan besar,
menjadi penyampai yang amanah.

Aku percaya,
komunikasi bukan hanya soal berkata,
tapi soal mendengar,
soal memahami,
dan soal menyampaikan yang benar,
di saat yang tepat.

Aku tak ingin sekadar dikenal,
tapi dimaknai.
Tak ingin hanya viral,
tapi benar-benar sampai.

Karena dalam sunyi pun,
suara kebaikan tetap bisa bergema.


Penulis : Suriyani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA