Puluhan Hektar Lelah
PUISI
Beberapa tegukan berisi semangat dan sesuap harap kala pagi, cukup untuk menunda lelah yang tidak seberat rindu kata 'kembali'.
Dari jarak yang jauh ini, ada kabar pertama yang dikirimkan tanpa surat padaku.
Seseorang dengan bekal percaya dan rasa tanggungjawab yang kian hadir, memberi selembar kertas merah ia titipkan pada yang sempat dijangkaunya.
Disusul kembali kabar kedua, meski sempat memberikan tuntut padanya, bukan ini yang kami inginkan.
Aku berkhayal akan seseorang nun jauh itu
Ia dan tetesan keringat sebagai bahan bakar tak berasa, serta helaan nafas yang nyaris lupa oleh karena gelisah yang menanti di rumah.
Menatap pada puluhan hektar rasa lelah, dan memejam kala meredam rasa kecewa yang tak sempat dituturkan oleh bibir pucatnya.
Ia seseorang yang kerap kutanyakan pada Tuhan akan kalimat doaku padanya, kini dengan sepenuh jiwa dan seluruhku, meminta sehatnya, tegarnya, dan abadinya untukku.
Penulis : Nur Haliza

Komentar
Posting Komentar