NESTAPA BERDARAH (1965)
OPINI
Kala itu mendung nestapa memayungi Indonesia
Kelam dalam Sejuta Warna.
Dalam ketegangan malam yang sunyi
tersirat kabar buruk kepada bumi
Mereka yang berani melawan tirani
yang terpaksa berjalan di atas api
walaupun harus bayar dengan nyawa pribadi
demi keutuhan ibu pertiwi.
Kala itu tujuh satria meregang nyawa demi pancasila
Indonesia terluka akan biadabnya sebuah fitnah
Suara tangis menggema dilangit Nusantara
Ade irma pun terkapar tatkala mengais darah ayahnya,
Jerit tangis keluarga para jendral memecah malam gulita,
30 september mengukir sejarah hitam Indonesia
30 september aidit menjadi pionir akan gerakan durjana
30 september dusta anak negeri berbuah kelamnya sejarah bangsa
30 september tujuh satria meregang nyawa akibat dusta belaka.
Tetesan air mataku sebening air gunung
Mengalir bagai air terjun aling²
di kala jasad di lubang buaya
tak akan terhindarkan, para pahlawan gugur di medan perang.
Keguguran jasad membahana pada setiap jiwa
Membawa bara api dalam kemakmuran
Wahai anak bangsa
Sadarlah nafas sebelum terhempas di tanah diam tak berpilar.
Demi hari ini mereka berkorban segala
Demi hari ini mereka menjadi tameng pancasila
Demi Indonesia mereka terkapar berkalang tanah
Demi Pancasila kau hadirkan patriotisme nan nyata
Wahai Indonesia...
Tidakkah kau lelah dengan segala fitnah hingga hari ini tiba
Tidakkah kau resah dengan bertubinya segala bentuk kudeta
Tidakkah kau jenuh akan melodrama mengatasnamakan pancasila.
Sorak Sorai euforia masyarakat
selagi diri kami tengah sekarat bagaikan lagu duka terkhidmat
Tubuh yang dihiasi warna merah bertemakan sisa jiwa yang lelah tidak lagi tertinggal selain kata pasrah
𝗝𝗮𝘁𝘂𝗵 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝘁𝗲𝗿𝘀𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗿
𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗺𝗲𝗹𝗲𝗯𝘂𝗿
𝗵𝗮𝗻𝗰𝘂𝗿 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝘁𝗲𝗿𝗸𝘂𝗯𝘂𝗿.
Penulis : ABU HAFES (254100047)

Komentar
Posting Komentar