KOPRI PMII Gelar Malam Puncak Harlah ke-58: Merayakan Kebersamaan dan Memperkuat Gerakan Perempuan
Palu – Pengurus KOPRI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu bekerja sama dengan KOPRI PKC PMII Sulawesi Tengah menyelenggarakan Malam Puncak Harlah KOPRI ke-58, di Gedung Madina Asrama Haji Kota Palu, pada Selasa (28/11/2025).
Acara yang dimulai pukul 19.00 WITA ini tidak hanya menjadi penanda perjalanan panjang KOPRI sejak berdiri pada 25 November 1967, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas kontribusi perempuan dalam gerakan organisasi dan masyarakat.
Berbagai kegiatan turut memeriahkan malam puncak, mulai dari persembahan seni, penyerahan penghargaan, hingga seremonial kebersamaan yang menjadi ciri khas kekeluargaan KOPRI. Malam Puncak Harlah KOPRI ke-58 ini kemudian ditutup secara resmi oleh Nurul Hikmah selaku Sekretaris KOPRI PKC PMII Sulawesi Tengah.
Dalam wawancara bersama ketua panitia, Felty Hendriani menjelaskan bahwa rangkaian persiapan Malam Puncak Harlah KOPRI ke-58 telah melalui proses yang cukup panjang dan terstruktur, mulai dari penyusunan konsep hingga koordinasi tiap divisi agar seluruh agenda dapat berjalan sesuai harapan.
“Ia mengatakan, persiapan yang dilakukan panitia berjalan secara berlapis, mulai dari perencanaan konsep kegiatan hingga setiap langkah saling terhubung untuk memastikan acara tidak hanya terlaksana, tetapi juga memiliki dampak yang sejalan dengan tujuan,” ujarnya.
Di balik penjelasan tersebut, terlihat jelas bahwa panitia ingin menghadirkan acara yang bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi ruang yang menyatukan berbagai elemen KOPRI, alumni, anggota, hingga kader muda agar tetap berada dalam satu napas perjuangan yang sama. Selain itu, tersirat pula bahwa melalui kegiatan ini panitia berharap muncul energi baru yang mampu memperkuat arah gerakan perempuan di tubuh KOPRI, sekaligus memastikan kaderisasi berjalan lebih relevan, inklusif, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Dengan rangkaian kegiatan yang penuh makna tersebut, Malam Puncak Harlah KOPRI ke-58 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga pengingat bahwa gerakan perempuan di KOPRI adalah gerakan yang hidup, dibangun atas komitmen, kebersamaan, dan semangat untuk terus berdaya guna bagi masyarakat luas.
Penulis : Alwi.

Komentar
Posting Komentar