Galang Dana untuk Sumatra: HMJ KPI UIN Palu, HMPS KPI UNISMU, dan FORKOMNAS KPI Wilayah 5, Bergerak Cepat Bantu Korban Banjir
Palu –Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri ( UIN) Datokarama Palu bekerja sama dengan Mahasiswa Program Studi (HMPS) KPI Universitas Muhammadiya (UNISMU) dan Forum Komunikasi Nasional (FORKOMNAS) KPI Wilayah 5 mengelar Aksi Sosial (Galang Dana) "Timur untuk Sumatra", pada Selasa (02/12/2025).
Aksi ini telah berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan akan terus berlangsung sampai target dana yang telah ditentukan, yang dilaksanakan pada pukul 14.00 sampai 19.30 WITA di Lampu merah Sis Aljufri. Bentuk aksi yang dilaksanakan adalah penggalangan dana lapangan dan donasi kebutuhan mendesak, seperti makanan, pakaian layak, obat-obatnya, dan selimut.
Rifal Ayuba , Selaku Korwil Forkomnas KPI Wilayah 5 mengatakan bahwa mereka mendapatkan data tentang saudara-saudara mereka yang terkena banjir bandang di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh pada tanggal 24 tepatnya 28 November. "Tujuan utama kita adalah cepat tanggap atas dasar kemanusiaan. Kita mau cepat tanggap karena kalau kita ulur waktu, kasian juga saudara-saudara kita disana," ujarnya.
Rifal juga menjelaskan bahwa mereka menghadapi beberapa tantangan dalam melaksanakan aksi ini.
"Tantangan yang pertama adalah kita harus berizin ke Dinas Sosial, menjadi satu tantangan karena ternyata dalam undang-undang Dinas Sosial itu harus lembaga yang mempunyai NPWP dan SK Kemenkumham Alhamdulillah, FORKOMNAS itu punya NPWP dan SK Kemenkumham, akan tetapi merujuk lagi ke peraturan Wali Kota, itu ternyata batas jam galang dana itu sampai jam 5 sore saja, nah karna kita ini mahasiswa ada mata kuliah, mau tidak mau kita turun itu jam 4 sore itu kenapa biasanya kita tembus malam tapi peraturan yang dikeluarkan wali kota itu tidak tembus malam, jadi itu menjadi tantangan bagi kita," jelasnya
Menurut Rifal, tantangan tersebut tidak menjadi masalah besar asalkan ada persyaratan prosedural yang mengatur. "Menurut saya, itu tidak apa-apa sampai malam, asalkan ada persyaratan prosedural yang mengatur seperti kejelasan dari lembaga yang turun, kita tidak ribut, tidak menganggu dan lain-lain," katanya.
Ia mengatakan bahwa aksi galang dana yang telah dilakukan selama 3 hari telah berhasil mengumpulkan 19 juta rupiah dan mereka akan mengumumkan hasilnya melalui media sosial.
"Jadi selama 3 hari itu, Alhamdulillah kita sudah dapat 19 juta, jadi kalau bicara bagaimana transparansinya, kita up di media nanti kita naikan famplet memberitahukan hasil dana yang kita kumpulkan selama 3 hari dan hari hari berikutnya juga ," katanya.
Rifal juga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan secara transparan dan langsung ke lokasi yang membutuhkan.
"Transparansi pasti transparasi, tapi bisa jadi itu di antar langsung oleh pengurus wtau teman teman yang bergabung ke FORKOMNAS, itu di antar langsung ke Sumatera Barat, Utara, atau ke Aceh. Jadi sampai sekarang itu kita masih berhitung walaupun semua parah tapi yang mana masih membutuhkan sekali yang belum masuk kesana bantuan itu terlalu deras yang mana masih terisolasi itu yang kita incar sekarang," tambahnya.
Terakhir, Rifal mengungkapkan harapannya bahwa bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara mereka di Sumatera dan membuat mereka tersenyum dan bahagia. Ia juga menekankan bahwa aksi galang dana ini tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga pada pendidikan, karena anak-anak di lokasi bencana sampai detik ini belum mendapatkan pendidikan yang layak.
Penulis : Kim

Komentar
Posting Komentar