Argumentasi yang Kehilangan Arah Pijak, Bentuk Kekalahan Nalar?

 


OPINI - Perbedaan pandang adalah hal yang wajar dalam ruang diskusi apa pun. Namun, sayangnya, hari ini perbedaan itu kerap bergeser dari upaya mencari kebenaran menjadi ajang adu ego. Argumen yang biasanya disampaikan untuk memperluas pemahaman, kini hanya menjadi arena untuk memenangkan pertarungan. Dalam situasi tersebut, yang dipertaruhkan bukan lagi validitas gagasan, tetapi harga diri.

Keinginan kita untuk menang dalam memberikan gagasan sering kali melahirkan sikap defensif dan penolakan terhadap pandangan lain. Setiap bantahan dipaksakan agar terdengar paling benar, meski argumentasi kadang tidak lagi masuk logika dan data kehilangan pijakan. Diskusi yang seharusnya menjadi ruang dialektika justru berubah menjadi ajang pamer retorika. 

Padahal, jika kita melihat lebih jauh, bentuk kemenangan tidak selalu lahir dari kemampuan mematahkan argumen lawan, ditambah ketika gagasan mulai kehilangan arah.

Dalam hal ini, ketika kita tidak mampu memberikan argumentasi yang sehat dan tidak berpijak pada data, maka diam adalah pilihan paling rasional untuk menyelamatkan diri dari terjebak pada kebodohan yang sama. Sikap tersebut merupakan bentuk pengendalian diri sembari menjaga nalar, dan sekaligus membaca batas nalar lawan.

Dalam diam, seseorang menyelamatkan dirinya dari terjebak pada kebodohan yang sama. Sementara itu, argumen yang rapuh akan runtuh dengan sendirinya, tanpa perlu dipatahkan. Ketika nalar dibiarkan bekerja secara alamiah, batas-batas berpikir lawan bicara akan terlihat dengan jelas.

Maka, mungkin kita perlu mendefinisikan ulang makna kemenangan argumentasi dalam ruang diskusi. Menang bukan tentang menjatuhkan, melainkan tentang menjaga akal tetap jernih. Dalam dunia yang semakin bising oleh opini, mengambil sikap diam sembari menunjukkan bantahan melalui aksi merupakan pula kemenangan.


Penulis : Nur Haliza 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA