Organisasi Kampus dari Wadah Minat Bakat Menjadi Arena Perebutan Jabatan
OPINI - Organisasi kampus seharusnya berperan sebagai wadah untuk mengembangkan potensi, dan mengasah kemampuan mahasiswa. Namun, kenyataan yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa banyak organisasi kampus telah bergeser maknanya dari tempat berkarya menjadi medan perebutan jabatan.
Perubahan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, adanya pandangan yang keliru bahwa jabatan di organisasi kampus dapat menjadi modal utama untuk karier masa depan atau mendapatkan keuntungan pribadi. Kedua, kurangnya pemahaman yang benar tentang tujuan utama organisasi kampus di kalangan mahasiswa dan pengurus. Ketiga, terkadang sistem seleksi dan pengelolaan organisasi belum sepenuhnya transparan, sehingga mendorong persaingan yang tidak sehat.
Dampaknya pun tidak bisa dianggap remeh. Ketika fokus beralih ke jabatan, aktivitas organisasi cenderung lebih diarahkan untuk mempertahankan posisi daripada untuk kemajuan bersama dan pengembangan anggota. Kualitas program yang diselenggarakan menurun, dan suasana kekeluargaan yang seharusnya ada menjadi tergeser oleh persaingan internal. Bahkan, hal ini dapat menciptakan budaya politik yang tidak sehat di lingkungan kampus, di mana kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada kepentingan kolektif.
Untuk mengembalikan fungsi sebenarnya dari organisasi kampus, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak. Kampus perlu memberikan bimbingan dan pengawasan yang lebih baik, serta menyusun aturan yang jelas dan transparan. Para pengurus harus kembali mengingat tujuan awal mereka bergabung dalam organisasi, yaitu untuk berkontribusi dan belajar. Sedangkan mahasiswa secara umum perlu memahami bahwa nilai sebenarnya dari organisasi kampus bukan terletak pada jabatan yang diemban, melainkan pada pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama menjadi bagian dari komunitas tersebut.
Penulis : Muh Asmawi
.png)
Komentar
Posting Komentar