Menghormati Perempuan Bukanlah Prestasi, Itu Adalah Standar Terendah Menjadi Manusia
OPINI - Banyak yang terjebak pada kata "dilindungi" dan menganggapnya sebagai bentuk belas kasihan kepada sosok yang lemah.
Itu keliru besar. Melindungi perempuan bukan soal memanjakan, melainkan bentuk pengakuan bahwa mereka punya hak yang setara untuk merasa aman.
Ketika kita bicara tentang melindungi, kita sebenarnya sedang bicara tentang melawan ego dan kebiadaban yang sering kali mencoba mematahkan martabat Para perempuan.
Perempuan adalah fondasi. Menindas mereka—baik dengan tangan, lisan, maupun tatapan yang melecehkan—bukanlah bukti sebuah kekuatan. Justru, hanya orang yang kerdil jiwanya dan pengecut yang merasa perlu menginjak kehormatan orang lain demi merasa berkuasa.
Melampaui Kata "Lindungi": Lawan Segala Bentuk Pelecehan.
Sudah saatnya kita tidak berhenti hanya pada kata melindungi. Kita harus mulai bicara tentang keberanian untuk menghargai. Perempuan tidak butuh dikasihani, mereka butuh ruang yang bebas dari ancaman.
Bebas dari Pelecehan Berhenti menormalisasi siulan di jalan, komentar kotor di media sosial, atau sentuhan yang tidak diinginkan.
Itu bukan lelucon, itu adalah serangan terhadap kehormatan.
Ruang untuk Bersuara Pastikan mereka bisa bicara tanpa harus takut dibungkam atau disalahkan atas apa yang mereka alami.
Hak untuk Rasa Aman Baik di bawah lampu jalan yang remang, di hiruk pikuk tempat kerja, hingga di dalam rumah yang seharusnya menjadi tempat paling tenang.
Jika kita ingin melihat peradaban yang waras, mulailah dengan memastikan setiap perempuan merasa aman. Karena pada akhirnya, kualitas seorang laki-laki dan kemajuan suatu bangsa bisa dilihat dari bagaimana mereka memperlakukan kaum perempuannya.
Penulis : Asti Arfany

Komentar
Posting Komentar