Pecundang Tanpa Pamit
PUISI - Pintu tak pernah kau kunci, kau datang dengan janji,
tapi pergi lewat jendela, seperti pencuri di tengah sunyi.
Tanpa suara, tanpa kata, hanya notifikasi "telah keluar",
meninggalkan beban yang kau buat sendiri semakin melebar.
Kau sebut itu hak? Aku menyebutnya cacat nyali.
Tak sanggup menatap muka, tak berani bicara hati ke hati.
Kau letakkan jabatanmu seolah itu sampah tak berarti,
lalu hilang ke balik kabut, merasa paling suci sendiri.
Hebat benar caramu membasuh tangan yang kotor,
membiarkan kawanmu memunguti sisa egomu yang bocor.
Kau pikir dengan "keluar", urusanmu dianggap lunas?
Tidak, kau hanya memperjelas bahwa mentalmu serendah ampas.
Pergilah, ruang ini memang tak cocok untuk pengecut,
yang hanya berani tampil saat suasananya kalut.
Jangan pernah menoleh, karena di sini namamu sudah mati,
terkubur bersama integritas yang tak pernah kau miliki.
Penulis : Salwa Audita Sagina

Komentar
Posting Komentar