Politik Kampus Sebagai Bahan Bakar Demokrasi Indonesia

 


OPINI - Politik kampus selalu jadi "pabrik pemimpin" Indonesia, dari era 1966 (mahasiswa vs Soeharto) hingga kini. Tapi perkembangannya berubah drastis: dari orasi di depan gedung rektorat hingga ke thread instagram dan twitter, Apakah ini maturasi atau sekadar tren?

Bayangkan kampus sebagai jantung denyut demokrasi Indonesia – tempat di mana suara muda pertama kali menggema, membentuk sejarah bangsa. Sejak era 1966, ketika mahasiswa Trisakti dan UI memimpin gerakan anti-korupsi melawan Orde Baru, politik kampus selalu jadi bahan bakar perubahan. Reformasi 1998? Itu lahir dari barikade mahasiswa di jalanan Jakarta. hari ini dinamika politik kampus telah berevolusi drastis. Bukan lagi hanya spanduk dan orasi di halaman rektorat, tapi thread panjang di Twitter dan Instagram, juga mampu mengguncang

 kebijakan nasional dalam hitungan jam.

dinamika demokrasi Indonesia, sejak era pergerakan mahasiswa 1928 hingga Reformasi 1998 yang menggulingkan Orde Baru. Sebagai "laboratorium demokrasi", kampus melahirkan pemimpin nasional seperti Amien Rais (Ketua BEM UI 1970-an) dan Rocky Gerung, sambil menjadi bahan bakar perubahan sosial melalui aksi-aksi seperti Trisakti 1998.

berbicara soal politik kampus bukanlah berbicara untuk menjadi lebih hebat dan memanfaatkan kedudukan, melainkan memberikan sikap kritis terhadap sistem pemerintahan negara kita sendiri.


Penulis : Muh Fathir Ubaidillah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jabatan Tinggi, Etika Rendah

HMPS HK Gelar Seminar Nasional: Wujudkan Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan, dan Anti Korupsi

Datokarama Arabic Fest 2025: Malam Puncak Milad ke-28 HMPS PBA