Tolak Praktik Senioritas

 


OPINI - Pada dasarnya, senioritas seharusnya berarti pengalaman dan tanggung jawab yang lebih besar. Sayangnya, dalam praktiknya, konsep ini sering disalahgunakan menjadi alat untuk menunjukkan kekuasaan. Tidak jarang junior diperlakukan tidak adil, dipaksa mengikuti aturan yang tidak masuk akal, bahkan mengalami tekanan fisik maupun mental. Hal seperti ini jelas tidak mencerminkan nilai pendidikan, pembinaan, atau profesionalisme.

Penolakan terhadap senioritas bukan berarti mengabaikan pengalaman orang yang lebih dulu. Justru sebaliknya, pengalaman tersebut seharusnya digunakan untuk membimbing, bukan menindas. Lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang mendorong kolaborasi, saling menghargai, dan komunikasi terbuka—bukan hierarki kaku yang membungkam suara junior.

Selain itu, budaya senioritas yang toxic dapat menghambat perkembangan individu. Junior menjadi takut berpendapat, tidak percaya diri, dan cenderung hanya mengikuti tanpa berpikir kritis. Dalam jangka panjang, hal ini merugikan organisasi karena mengurangi kreativitas dan inovasi.

Oleh karena itu, penting untuk berani menolak praktik senioritas yang tidak sehat. Setiap individu, baik senior maupun junior, memiliki hak yang sama untuk dihargai. Hubungan yang ideal adalah hubungan yang didasarkan pada rasa hormat, bukan rasa takut.

"pengalaman bukan alasan untuk berkuasa"


Penulis : Dimas Saputra Mubaraq

Komentar