Maraknya Kasus LGBT, MANPA Edukasi Melalui Dialog Publik Terkait Ledakan Kasus HIV/AIDS
PALU — Mahasiswa Anti Narkoba dan Peduli AIDS (MANPA) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menyelenggarakan MANPA FEST dan Dialog Publik: The First Chapter di Gedung Auditorium Kampus 1 UIN Datokarama Palu, pada Jumat (22/05/26).
Kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.00 WITA dengan mengusung tema "Palu di Balik Layar: Fenomena Aplikasi Kencan dan LGBT terhadap Ledakan Kasus HIV/AIDS." Acara berlangsung dengan lancar dan khidmat. Diskusi ini diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat dalam mencari solusi dan upaya pencegahan demi mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat dan tangguh.
Dialog publik tersebut juga menghadirkan lima narasumber, yaitu H. Lukman S. Thahir, Reni A. Lamadjido, Agus Nugroho, Bambang Sp. Suandi, dan Wahyu Agus Pratama. Para narasumber merupakan sejumlah pakar, akademisi, serta unsur pimpinan daerah dan kepolisian yang membahas berbagai realita, dampak, dan solusi pencegahan, khususnya terkait isu kesehatan.
Muh. Taufik selaku Ketua Umum MANPA menjelaskan bahwa tujuan diadakannya kegiatan MANPA FEST adalah untuk memperingati Dies Natalis MANPA sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya narkoba dan HIV/AIDS melalui konsep festival yang lebih luas jangkauannya.
"tujuan utama kegiatan MANPA FEST untuk memperingati Dies Natalis MANPA UIN Datokarama Palu, hanya saja kita buat konsep yang lebih baru, konsep yang lebih besar dan di kembangkan sebagai bentuk festival. dan juga yang dilibatkan bukan lagi hanya kader MANPA tapi juga masyarakat maupun Siswa Siswi pelajar setingkat SMA, tujuan kedua untuk mengedukasi terkait bahaya Narkoba dan HIV/AIDS dalam bentuk festival atau euphoria," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa alasan mengangkat tema mengenai fenomena aplikasi kencan dan ledakan kasus HIV/AIDS karena melihat tingginya angka kasus HIV/AIDS di Kota Palu hingga 90%.
"Kita mengangkat tema Fenomena Aplikasi Kencan dan Ledakan Kasus HIV/AIDS karena kita melihat bahwa saat ini terdapat 4.900 kasus HIV/AIDS di Kota Palu dan hampir 90% yang disebabkan oleh Laki sex Laki dan para LGBT melakukan hubungan sex secara ilegal melalui aplikasi-aplikasi kencan yang pada saat ini sedang banyak digunakan oleh pemuda pemudi, makanya kita angkat tema tersebut agar teman-teman Mahasiswa, pelajar, maupun Masyarakat lebih baik lagi dalam menggunakan aplikasi kencan bukan sebagai transaksi sex," jelasnya.
Terakhir, ia berharap agar rangkaian kegiatan selanjutnya, mulai dari lomba-lomba hingga malam puncak, dapat berjalan lebih baik dan lancar dengan kerja sama seluruh panitia.

Komentar
Posting Komentar