"Save Papua" Kembali Digema di Palu: BEM UNISA Ajak Mahasiswa Telaah Film Pesta Babi
PALU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Alkhairat (UNISA) Palu menyelenggarakan nonton bareng dan diskusi film Pesta Babi di halaman Sekretariat BEM Fakultas Agama Islam UNISA pada Senin (11/05/2026).
Kegiatan ini dimulai pukul 19.00 hingga selesai dan terbuka untuk umum. Setelah nonton bareng, acara dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang membahas berbagai isu sosial yang diangkat dalam film tersebut.
BEM UNISA berkolaborasi dengan beberapa komunitas, seperti Institut Paulo Reglus Neves Fraire, serta turut mengundang seluruh organisasi mahasiswa (Ormawa) UIN Datokarama Palu.
Mohammad Aprizal selaku Presiden Mahasiswa Alkhairat Palu mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan nonton bareng ini agar masyarakat, khususnya mahasiswa di Kota Palu, dapat memahami isi film Pesta Babi secara lebih mendalam.
"mengenai tujuan sebenarnya kita punya niat yang mulia, bagaimana supaya teman-teman yang ada di Kota Palu ini betul- betul mengerti tentang pesta babi ini. Karena kita melihat bagaimana framing di media itu ada yang mengatakan Pesta Babi ini film yang tidak betul, ada yang mengatakan film yang betul. Makanya kita hadirkan kegiatan ini, kita sediakan wadah supaya teman-teman tahu betul, menelaah lebih dalam lagi tentang Pesta Babi ini supaya kita betul-betul temukan kebenaran. Bahwasanya data-data yang ada di Pesta Babi ini valid semua. Makanya kita hadirkan pemateri ; ada dua pemateri yang kita hadirkan, ada kak Fajrul Alif dan ada juga Kevin Aprianta. Nah, harapan kita dari situ ya kita bisa menemukan kebenaran, kita bisa pulang dari tempat ini membawa manfaat. Nah, mungkin itu".
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran sebagai Agent of Change dan Agent of Social Control.
"Nah, Mengenai itu, mengapa Mahasiswa penting untuk terlibat, kita bisa melihat bahwasanya fungsi Mahasiswa itu sebagai Agent Of Change, Agent Of Social Control. Hari ini, kalau kita telaah, Pesta Babi adalah film yang menggambarkan tragedi-tragedi yang terjadi di Papua hari ini. Nah, makanya tragedi-tragedi itu, kejadian-kejadian yang di Papua itu sudah mulai hilang dari Medsos kita, dari framing media kita. Makanya kita bisa memperingatkan kembali kepada teman-teman di Kota Palu bahwasanya ayo kita kembali gaungkan "Save Papua" karena itu sudah mulai hilang. Nah makanya itu penting untuk teman-teman Mahasiswa jangan hanya Agent Of Change itu terbatas di rektorika saja, tetapi betul-betul Agent Of Change, Agent Of Social Control itu kita implementasikan di kehidupan kita sehari-hari".
Terakhir, Muhammad Aprizal berharap kegiatan nonton bareng ini dapat menjadi sarana untuk mengajak peserta menunjukkan kepedulian dan solidaritas melalui donasi bagi masyarakat Papua. Ia juga berharap adanya kesatuan pandangan untuk mendukung Papua serta menolak kolonialisme dan kapitalisme yang dianggap terjadi di Papua.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar