Senyum di balik Luka
Senyum di balik Luka
Tanah yang masih basah akibat air hujan,
Ini kesekian kalinya aku melihat pelangi sesudah hujan
Ada luka yang tersimpan akibat goresan yang tidak bisa dijelaskan betapa sakit goresan itu bukan karena fisiknya yang terluka namun mentalnya yang harus jadi korban. Sanggupkah untukku berjalan dikeramaian namun terasa sunyi untukku? Berjalan di atas tanah namun terasa berjalan di atas duri.
Menyembunyikan luka dibalik senyum palsu bukan untuk pertama kalinya tapi hampir di hari saat kebahagiaan nya yang terampas,disaat itu lah senyum palsunya muncul, menatap langit yang ada pelangi nya dan tersadar bahwa pelangi menandakan bahwa disetiap ada kesedihan pasti ada kebahagiaan namun itu tidak terjadi padaku disaat ku menunggu kebahagiaan ku sampai lelah menunggu hingga ingin sekali untuk mengakhiri semuanya
Namun ada keringat yang harus kuperjuangkan dan senyum yang merekah disaat orang tersayang selalu memberi kabar bukan kekasih bukan sahabat ataupun keluarga melainkan orang tuaku dia yang merubah segalanya dalam satu waktu mereka yang membuat senyumku menjadi luka.
Aku tidak membenci mereka tapi aku membenci waktu mengapa waktu itu harus ada disaat orang tua yang aku sayangi pergi begitu saja meninggalkan ku tanpa jejak menyisakan ku sendirian tanpa bahu untuk ku bersandar.
Written by: Rasti, M, prodi komunikasi dan penyiaran Islam, Semester 1.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar