Kemarin yang Menjadi Kenangan
“Kemarin yang menjadi kenangan”
Kemarin, mentari menyapa dengan hangat,
Menyentuh kulit, membelai hati yang resah.
Langkah kaki beriringan, tawa bergema,
Menorehkan jejak di taman hati yang basah.
Kemarin, langit biru membentang luas,
Menyiratkan harapan, mimpi yang terukir.
Bunga-bunga bermekaran, harum semerbak,
Menyapa jiwa, membangkitkan semangat yang terkubur.
Kemarin, kata-kata manis terucap lembut,
Menyentuh kalbu, menenangkan jiwa yang gundah.
Tatapan mata penuh makna, penuh kasih,
Menyiratkan janji, cinta yang tak terlupakan.
Namun, kini, mentari telah terbenam,
Menghilang di balik cakrawala, meninggalkan senja.
Langkah kaki terhenti, tawa terdiam,
Hanya kenangan yang tersisa, membelai jiwa yang renta.
Kemarin, telah menjadi kenangan,
Yang terukir dalam hati, tak terlupakan.
Melekat erat, seperti embun pagi,
Menyentuh jiwa, membangkitkan rindu yang tak tertahankan.
Written by: moh.farel
Nim :244100047
Komentar
Posting Komentar